Ayah Neymar Buka Suara Kans Sang Anak ke Real Madrid

Ayah Neymar Buka Suara Kans Sang Anak ke Real Madrid

Jakarta – Awal pekan ini, Neymar masuk lagi dalam pusaran teka-teki masa depan kariernya. Hal tersebut berlatar komentar sang ayah yang menyebut Neymar punya peluang pindah ke Real Madrid.

Sport.es, Rabu (29/11/2017) merilis, ayah Neymar memberi sinyal kalau striker timnas Brasil tersebut bisa kembali lagi ke Spanyol, bukan membela Barcelona, melainkan Real Madrid.

“Semuanya bisa berubah dengan cepat. Neymar memang tak ingin diganggu, setidaknya sampai kontrak selesai bersama PSG. Namun, secara pribadi saya menyebut kans Neymar kembali ke Spanyol tetap terbuka, dan itu ke Real Madrid,” kata Neymar Senior.

Neymar sempat menggemparkan dunia sepak bola kala memutuskan hengkang dari Barcelona ke Paris Saint-Germain (PSG). Proses tersebut ditengarai tak semata karena uang, melainkan kasus hukum yang menimpa Neymar dan hasrat ingin keluar dari bayang-bayang Lionel Messi.

Pindah ke PSG, Neymar tampil konsisten. Sampai akhir pekan lalu, Neymar mengoleksi 14 gol dan 10 assist dari 15 pertandingan di seluruh kompetisi. Neymar menjadi bagian penting dari pola tridente pelatih Unai Emery, bersama Edinson Cavani dan Kylian Mbappe.

Neymar Senior, yang sedang berada di Spanyol guna menawarkan pemain Santos, Lucas Lima, menuturkan, beberapa kali Neymar menyebut kemungkinan menerima pinangan Real Madrid. “Namun tidak dalam waktu dekat ini. Dia berada di Paris baru tiga bulan, dan tak elok jika sudah berbicara terkait masa depan,” tegasnya.

Dalam wawancara dengan Fox Sports, Selasa (28/11/2017), Neymar Senior menganggap masa depan sang anak tak akan jauh dari Spanyol. Sayang, ia sadar jika Neymar kembali ke Spanyol, masalah hukum bakal mendera mantan bintang Santos tersebut.

“Andai kembali, Neymar akan mengalami kesulitan terkait masalah hukum. Karena itulah, saya ingin Neymar bersama PSG dulu, sembari menjajaki segala kemungkinan, termasuk pindah ke Real Madrid,” ungkap Neymar Senior.

Neymar memiliki statistik menawan bersama Barcelona. Ia mengemas 105 gol dan 80 assists dalam 186 penampilan. Pesepak bola berusia 25 tahun tersebut memberi Barcelona beberapa gelar, seperti La Liga (2014-2015), Copa del Rey (2014-2015, 2015-2016, 2016-2017), Piala Super Spanyol (2013), Liga Champions 2014-2015 dan Piala Dunia Antarklub 2015.

Di Bawah Gattuso, Bonucci Tetap Kapten AC Milan

Di Bawah Gattuso, Bonucci Tetap Kapten AC Milan

Milan – Gennaro Gattuso langsung mengumumkan sejumlah kebijakan usai ditunjuk sebagai pelatih baru AC Milan, menggantikan Vincenzo Montella. Salah satunya, Leonardo Bonucci akan tetap mengemban ban kapten.

Bonucci baru direkrut di bursa transfer musim panas lalu dan langsung menggantikan Riccardo Montolivo sebagai kapten. Namun, penampilan Bonucci sejauh ini dinilai buruk bersama Rossoneri dan layak ban kapten layak dicabut dari lengannya.

“Kapten adalah Bonucci dan tetap akan Bonucci,” ujar Gattuso, seperti dilansir Football Italia. Kepada para pemainnya, Gattuso menuntut kekompakan dan kedisiplinan para pemain AC Milan. Ia juga meminta para pemainnya untuk selalu siap bermain dan saling membantu satu sama lain.

“Saya bicara dengan perwakilan dari tim kemarin dan saya melihat pemain dengan hasrat yang tinggi untuk bekerja,” paparnya.

Dari seluruh pemain dalam skuat AC Milan saat ini, Gattuso mengaku paling penasaran terhadap Suso. Ya, pemain asal Spanyol itu selama ini memang selalu menjadi andalan di bawah kepemimpinan Vincenzo Montella.

Ia sudah mencetak enam gol dan enam assist musim ini. Tak cuma itu, ia hampir selalu mencetak gol indah untuk Rossoneri. “Orang bilang dia hanya bisa main di satu posisi (di sayap). Saya ingin melihat apa itu benar,” kata Gattuso.

Di samping Suso, Gattuso secara khusus juga memberi penilaian terhadap gelandang muda AC Milan, Franck Kessie. Pemain yang baru direkrut dari Atalanta musim panas lalu itu tak tergantikan di lini tengah Rossoneri.

Rino pun merasa ada kemiripan karakter permainannya dengan gelandang asal Pantai Gading itu. “Saya juga ingin melihat mengapa Kessie tidak menciptakan ruang seperti tahun lalu. Apakah dia seperti saya? Dia jauh lebih kuat dan eksplosif dibanding saya dulu. Dan dia juga mencetak lebih banyak gol dibanding saya,” imbuh Gattuso.

“Dia pemain yang paling menyerupai saya saat ini, tapi saya kira saat ini kami butuh pemain dengan mental yang benar,” ujarnya.

Akhir pekan nanti, Gattuso akan melakoni pertandingan perdananya melawan tim juru kunci, Benevento. Klub yang baru promosi itu belum meraih satu pun poin dari 14 laga yang sudah dimainkan musim ini. Namun Rino menegaskan bahwa semua pertandingan sama sulitnya.

“Tidak ada pertandingan yang mudah di Serie A. Kita harus menyiapkan diri untuk semua pertandingan dalam kondisi yang terbaik,” katanya.

AC Milan sejauh ini masih melaju di Liga Europa dan Coppa Italia. Sedangkan di Liga Italia, mereka sudah tertinggal 18 poin dari pemuncak klasemen, Napoli, serta 11 angka dari peringkat keempat, Lazio.

“Ada 72 poin tersisa yang harus dimenangkan, dan tidak bisa hanya dianggap sebagai caretaker. Saya tahu tidak semua orang menyukai saya, tapi saya juga tahu apa yang bisa saya berikan untuk tim saya,” jelas Gattuso.

‘Saya orang yang merasakan pertandingan. Ketika saya masuk ke lapangan sekarang, saya merasakan getaran yang sama seperti saat saya masih seorang pemain,” tuturnya.

Wenger Takkan Jual Sanchez dan Oezil di Bursa Transfer Januari

Wenger Takkan Jual Sanchez dan Oezil di Bursa Transfer Januari

London – Arsenal terancam kehilangan Alexis Sanchez dan Mesut Oezil secara gratis di akhir musim karena habis masa kontrak. Kans menjual kini tinggal di bursa Januari. Continue reading “Wenger Takkan Jual Sanchez dan Oezil di Bursa Transfer Januari”

Persib Resmi Tunjuk Roberto Carlos jadi Pelatih Baru

Persib Resmi Tunjuk Roberto Carlos jadi Pelatih Baru

Bandung – Teka-teki pelatih baru Persib Bandung terjawab sudah. Adalah Roberto Carlos Mario Gomez yang secara resmi ditunjuk PT Persib Bandung Bermartabat untuk menukangi Maung Bandung.

“Setelah melalui proses yang cukup panjang, kedua belah pihak akhirnya menjalin kesepakatan dengan durasi dua tahun untuk membangun dan membentuk tim Persib agar kembali ke jalur kejayaannya,” demikian tulis Persib di situs resmi mereka.

Roberto Carlos merupakan pelatih asal Argentina berusia 60 tahun. Sebelumnya, Carlos tercatat pernah melatih klub Malaysia, Johor Darul Ta’zim (JDT).

Bersama JDT, Carlos meraih prestasi tertinggi yaitu juara Piala AFC musim 2015. Di partai final, JDT mengalahkan klub Tajikistan, Istiklol dengan skor 1-0.

“Coach of the Year liga Malaysia tahun 2015/2016 ini sudah memantau pemain PERSIB yang akan dipertahankan dan mulai bekerja mencari pemain baru untuk memperkuat Persib nantinya,” tulis Persib.

Prestasi bersama JDT membuat nama Carlos terkenal di Malaysia. Tak hanya meraih Piala AFC, Carlos juga sukses mempersembahkan trofi Liga Super Malaysia musim 2015 dan Community Shield Malaysia 2016.

Raihan tersebut membuat Carlos mendapatkan gelar Coach of The Year Liga Malaysia musim 2015. Carlos juga sempat dirumorkan bakal melatih tim nasional Malaysia.

“Mario Gomez saat ini berada di Argentina tengah mengurus segala persyaratan untuk bisa datang ke Indonesia. Pelatih berusia 60 tahun ini akan tiba di Bandung untuk diperkenalkan kepada Bobotoh pada awal Desember 2017 mendatang,” tulis Persib lagi.

Sebelum resmi menunjuk Roberto Carlos, Persib sendiri rumornya bakal merekrut pelatih lokal. Selain Rahmad Darmawan, nama Nil Maizar juga sempat mencuat sebagai suksesor Emral Abus.

Rahmad Darmawan sendiri akhirnya berlabuh ke Sriwijaya FC. Sementara, Nil Maizar belum mendapat klub baru usai dipecat dari Semen Padang.

MotoGP: Uang Bukan Pemicu Marquez Pindah

MotoGP: Uang Bukan Pemicu Marquez Pindah

Valencia – Mantan Kepala tim HRC Livio Suppo memberikan wejangan kepada Marc Marquez untuk setidaknya bertahan di Honda selama dua musim ke depan. Hal ini disampaikannya mengingat juara dunia MotoGP 2017 kerap dikaitkan dengan sejumlah tim yakni KTM dan Ducati Corse.


Masa depan pembalap top dunia bakal menjadi isu yang menarik ketika memasuki gelaran MotoGP 2018. Marquez merupakan salah satu yang masuk dalam daftar tersebut.

Persoalannya adalah berapa gaji yang ditawarkan Honda saat membicarakan mengenai kontrak baru. Masalah gaji memang sangat menentukan masa depan pembalap itu sendiri.

Jorge Lorenzo misalnya, dia tergoda pindah dari tim Movistar Yamaha ke Ducati Corse di musim ini setelah Pabrikan Italia menawarkan gaji sebesar 12 juta euro. Persoalan ini telah menimbulkan sejumlah pendapat bahwa pembalap saat ini lebih memprioritaskan segi finansial ketimbang prestasi di ajang kuda besi.

Namun Suppo menampik anggapan tersebut. Suppo menjelaskan Marquez tidak pernah memprioritaskan gaji sebagai faktor penentu masa depannya. Yang menjadi tolok ukurnya sekarang adalah mengejar prestasi dan itu akan terus terjadi.

Komentar Suppo

“Saya pikir lebih mudah Marquez melanjutkan daripada pergi pada 2019 dan 2020. Setahu saya Marquez tidak pernah membicarakan finansial dan ini menunjukkan fakta bahwa dia tinggal dan membayar pajak di Spanyol, dia pasti satu-satunya pembalap Spanyol yang melakukannya,” ujar Suppo seperti dikutip dari AS Sport.

“Mengenai besaran gaji yang akan diterima Marquez nanti, hanya pabrikan yang mengetahui nilainya. Tapi itu bukan prioritas Honda saat ini. Indikasi lainnya, Marquez bisa saja pergi, dan itu hanya dia yang tahu,” Suppo menambahkan.

Dikatakan, apa yang dilakukan pembalap atas dasar kemauannya sendiri dan tim tidak pernah mencampuri strategi yang dilakukan Si Bayi Alien maupun Dani Pedrosa.

“Marquez dan Pedrosa menjalani karier mereka, saya tidak pernah bertanya kepada siapa pun termasuk Marquez. Apa yang dia lakukan, tapi yang saya tahu ia melakukan apa yang dia lakukan,” Suppo menambahkan.

Perpanjang Kontrak, Messi Bicarakan AC Milan dan Inter

Perpanjang Kontrak, Messi Bicarakan AC Milan dan Inter

Lionel Messi sudah resmi memperpanjang kontrak dengan Barcelona hingga 2021. Dia pun dipagari dengan klausul kontrak yang mencapai 700 juta euro (Rp 11,3 Triliun) oleh Barcelona.

Belum banyak komentar yang dikeluarkan Messi soal kontrak barunya. Namun sebelum momen teken kontrak dengan Barcelona, Sabtu (25/11/2017), Messi sempat bicarakan AC Milan dan Inter.

Namun ini bukan soal keinginannya gabung kedua klub besar di Milan itu. Messi bicarakan soal keinginannya melihat AC Milan dan Inter tampil di Liga Champions lagi.

Dua raksasa Milan itu memang seperti ditelan bumi pada kancah Eropa. Messi menilai kembalinya AC Milan dan Inter bisa mengangkat kembali citra sepak bola Italia yang sedang turun.

Prestasi AC Milan dan Inter di kancah Eropa juga tidak main-main. AC Milan sudah koleksi tujuh gelar, sedangkan Inter Milan sudah koleksi 3 gelar. Inilah yang membuat Messi rindukan AC Milan dan Inter Milan di kancah Eropa.

Meski begitu, kedua klub kesulitan tampil bagus di liga domestik yang berdampak gagalnya langkah mereka ke Liga Champions. AC Milan terakhir kali tampil di Liga Champions pada 2013/14.

Sedangkan Inter Milan lebih lama lagi tidak rasakan atmosfer Liga Champions. I Nerrazurri tiddak tampil di Liga Champions sejak 2011/12.

“Sepak bola Italia di beberapa tahun terakhir tidak lagi saya. Dan saya percaya ini bukan saja gara-gara tidak lolos ke Piala Dunia,” ujar Messi kepada La Gazetta dello Sport.

“Contohnya dua klub besar di serie A, AC Milan dan Inter Milan, tidak lagi terterdengar di Liga Champions. Ini memengaruhi sepak bola Italia,” katanya.

Messi sampaikan komentar ini usai menerima trofi sepatu emas karena jadi top scorer di kompetisi Eropa musim 2016/17. Ini keempat kalinya Messi mendapatkan trofi ini, samai torehan Cristiano Ronaldo.

Persaingan Messi dan Ronaldo memang selalu seru. Dua bintang asal La Liga ini selalu bersaing mendapatkan trofi penghargaan.

Meski bersaing ketat, Ronaldo mengatakan ingin bersahabat dengan Messi di masa mendatang. Pendapat lain diucapkan oleh Messi soal ini.

“Saya tak tahu apakah kami bisa bersahabat. Persahabatan itu terbentuk lewat pertemanan yang lama dan saling kenal. Kami tak saling berhubungan dan lebih banyak jumpa saat seremonial pemberian trofi saja,” ucapnya.