Ada Dana Dari Pemerintah atau Tidak, Pelatnas Angkat Besi Jalan Terus

Ada Dana Dari Pemerintah atau Tidak, Pelatnas Angkat Besi Jalan Terus

Jakarta – Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Berat Seluruh Indonesia (PB PABBSI) tak terganggu dengan polemik pelatnas pengurus cabang olahraga dengan Kemenpora. Mereka fokus pada program latihan dan pencapaian target.Angkat besi menjadi salah satu andalan Indonesia untuk meraih medali emas di Asian Games 2018 dengan target satu emas. Namun, anggaran pelatnas beberapa cabor belum tuntas. Besaran nominal pelatnas oleh cabor hanya disetujui dengan persentasi kecil.

Sebagai gambaran, angkat besi mengajukan Rp 17,6 miliar kepada pemerintah. Pemerintah menyetujui senilai Rp 8,9 miliar. Jumlah itu untuk menjalankan pelatnas 11 lifter, pelatih, dan manajer.

Pemerintah telah mengonfirmasi kalau pembagian jatah anggaran cabor sudah sesuai dengan porsi cabornya masing-masing. Namun, sejumlah cabor keberatan, terutama cabor tidak prioritas.

“Apapun dibayar atau tidak oleh pemerintah kami tetap jalan. Kami akan jalan terus. apakah pemerintah ingin kami jadi cabang unggulan atau tidak, terserah pemerintah. Kami akan tetap jalan,” kata Wakil Ketua PABBSI, Joko Pramono, di Markas Komando Pasukan Marinis II, Jakarta Pusat, pada Senin (8/1/2018).

Beruntung, angkat besi sudah memiliki fasilitas yang memadai dari tempat latihannya. Mereka tinggal berlatih keras.

“Fasilitas di Kwini sudah sangat ideal. Selesai latihan bisa langsung sauna, kemudian berendam di bak dingin, lalu air hangat. Meski kecil tapi lengkap dan memang jika bicara prestasi dunia minimal memang seperti itu, jadi jangan asal asalan,” Joko mengungkapkan.

“Selain itu mereka juga sudah didukung dengan dua dokter, satu psikolog, dan satu therapist. Hal-hal semacam ini yang belum kami dapatkan sebelumnya, sekarang sudah ada. Jadi Ipteknya benar-benar diterapkan. Jangan hanya omong terus,” katanya.

Joko menyebut rencana PABBSI lain yang tak diwujudkan pemerintah. Yakni, wacana untuk menambah atlet di pelatnas.

“Sasaran kami bukan hanya Asian Games melainkan Olimpiade. Kami tidak bisa terus mengandalkan Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni atau Triyatono. Saatnya mereka akan turun. Tetapi pelapis ini kan belum jadi, jadi itu yang kami gagal meminta,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *